Film Lafran Pane: Menggali Kisah Inspiratif Pendiri HMI

Kyra Linda

Lafran Pane, pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Lafran Pane adalah sosok yang tak bisa dilepaskan dari sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia. Sebagai pendiri Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), kontribusinya dalam membangun semangat nasionalisme dan keislaman di kalangan mahasiswa sangatlah besar. Film Lafran Pane yang baru saja dirilis pada tahun 2024 ini, mengangkat kisah hidupnya yang penuh inspirasi. Mari kita telusuri lebih dalam tentang siapa Lafran Pane, bagaimana perannya dalam HMI, dan apa saja yang bisa kita pelajari dari perjalanan hidupnya.

Latar Belakang Keluarga

Lafran Pane lahir pada 5 Februari 1922 di Padang Sidempuan, Sumatera Utara. Ia adalah anak keenam dari Sutan Pangurabaan Pane, seorang guru dan seniman Batak Angkola, serta salah satu pendiri Muhammadiyah di Sipirok pada tahun 1921. Keluarga Lafran Pane dikenal sebagai keluarga sastrawan dan seniman, dengan dua kakaknya, Sanusi Pane dan Armijn Pane, yang juga merupakan tokoh sastrawan Indonesia.

Pendidikan dan Awal Karir

Lafran memulai pendidikannya di Pesantren Muhammadiyah Sipirok dan melanjutkan ke Sekolah Tinggi Islam (STI) di Yogyakarta, yang kini dikenal sebagai Universitas Islam Indonesia (UII). Di sinilah ia mulai aktif dalam kegiatan kemahasiswaan dan merintis pembentukan HMI pada 5 Februari 1947.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI)

Sejarah Berdirinya HMI

HMI didirikan di Yogyakarta pada 5 Februari 1947 oleh Lafran Pane bersama 14 mahasiswa lainnya dari Sekolah Tinggi Islam. Organisasi ini bertujuan untuk mempertahankan Negara Republik Indonesia dan meningkatkan martabat rakyat Indonesia, serta menegakkan dan mengembangkan ajaran agama Islam.

Peran dan Pengaruh HMI

HMI menjadi wadah bagi mahasiswa Islam untuk berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Organisasi ini telah melahirkan banyak tokoh penting di Indonesia, seperti Nurcholish Madjid, Mahfud MD, dan Jusuf Kalla. HMI juga dikenal sebagai organisasi yang mempromosikan Islam yang toleran dan menjaga ideologi negara, Pancasila, serta semboyan nasional Bhinneka Tunggal Ika.

Film Lafran Pane

Sinopsis Film

Film Lafran Pane mengisahkan perjalanan hidup Lafran Pane dari masa kecilnya di Padang Sidempuan hingga menjadi mahasiswa di Yogyakarta dan mendirikan HMI. Film ini menyoroti perjuangannya dalam membangun semangat nasionalisme dan keislaman di kalangan mahasiswa, serta tantangan yang dihadapinya dalam proses tersebut.

Pemeran dan Produksi

Film ini dibintangi oleh Dimas Anggara sebagai Lafran Pane, Lala Karmela, dan Mathias Muchus. Diproduksi oleh Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Indonesia (KAHMI) dan Reborn Initiatives, film ini dirilis pada 20 Juni 2024.

Karya-Karya dan Penghargaan

Karya-Karya Lafran Pane

Selain mendirikan HMI, Lafran Pane juga dikenal sebagai akademisi dan penulis. Ia menulis berbagai artikel dan buku yang berfokus pada pendidikan, politik, dan agama. Beberapa karyanya yang terkenal antara lain adalah “HMI dalam Sejarah Perjuangan Bangsa” dan “Islam dan Nasionalisme”.

Penghargaan

Atas jasa-jasanya, Lafran Pane dianugerahi gelar Pahlawan Nasional Indonesia pada tahun 2017 berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 115/TK/Tahun 2017. Penghargaan ini merupakan pengakuan atas kontribusinya dalam membangun semangat nasionalisme dan keislaman di kalangan mahasiswa dan masyarakat luas.

Kesimpulan

Lafran Pane adalah sosok yang inspiratif dengan kontribusi besar dalam sejarah pergerakan mahasiswa Islam di Indonesia. Melalui HMI, ia berhasil membangun semangat nasionalisme dan keislaman yang kuat di kalangan mahasiswa. Film Lafran Pane memberikan gambaran yang mendalam tentang perjuangan dan dedikasinya, serta menjadi sumber inspirasi bagi generasi muda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Kyra Linda

Suka nulis sejak SMP, dan kini mencoba menulis untuk beberapa blog, semoga bermanfaat

Share:

Related Post

Leave a Comment