Thaharah sebagai bagian penting dalam Islam, memiliki arti kebersihan dan kesucian. Umat Muslim wajib memahami konsep dan praktik thaharah. Artikel ini menyajikan rangkuman materi thaharah. Tujuan artikel adalah menyediakan bahan belajar yang komprehensif.
Pengertian Thaharah
Thaharah secara bahasa berarti bersih dan suci. Thaharah secara istilah dalam Islam berarti membersihkan diri dari hadats dan najis. Hadats membatalkan ibadah. Najis mengotori badan, pakaian, dan tempat.
Macam-Macam Thaharah
Thaharah terbagi menjadi dua macam utama:
- Thaharah dari hadats: Membersihkan diri dari keadaan tidak suci (hadats kecil dan hadats besar).
- Thaharah dari najis: Menghilangkan kotoran yang menjijikkan dan mencegah sahnya ibadah.
Thaharah dari Hadats
Thaharah dari hadats dilakukan dengan cara:
- Wudhu: Membersihkan anggota badan tertentu dengan air untuk menghilangkan hadats kecil.
- Mandi wajib (ghusl): Membersihkan seluruh tubuh dengan air untuk menghilangkan hadats besar.
- Tayammum: Menggunakan debu sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib dalam kondisi tertentu (misalnya, sakit atau tidak ada air).
Wudhu, Rangkuman Materi Thaharah dalam Islam untuk Bahan Belajar
Wudhu memiliki rukun dan sunnah. Rukun wudhu wajib dilakukan. Sunnah wudhu dianjurkan dilakukan.
Rukun wudhu:
- Niat: Meniatkan wudhu untuk menghilangkan hadats kecil.
- Membasuh wajah: Membasuh seluruh bagian wajah dari tempat tumbuh rambut hingga dagu dan dari telinga ke telinga.
- Membasuh kedua tangan hingga siku: Membasuh seluruh tangan dari ujung jari hingga siku.
- Mengusap sebagian kepala: Mengusap sebagian rambut di kepala.
- Membasuh kedua kaki hingga mata kaki: Membasuh seluruh kaki dari ujung jari hingga mata kaki.
- Tertib: Melakukan rukun wudhu secara berurutan.
Sunnah wudhu:
- Membaca basmalah di awal wudhu.
- Berkumur-kumur.
- Memasukkan air ke hidung (istinsyaq).
- Mengeluarkan air dari hidung (istintsar).
- Mengusap seluruh kepala.
- Mengusap kedua telinga.
- Menyela-nyela jari tangan dan jari kaki.
- Membasuh anggota wudhu tiga kali.
- Mendahulukan anggota wudhu yang kanan.
- Berdoa setelah wudhu.
Mandi Wajib (Ghusl)
Mandi wajib wajib dilakukan untuk menghilangkan hadats besar. Hadats besar meliputi:
- Keluar mani.
- Bertemunya dua khitan (hubungan suami istri).
- Haid (menstruasi) bagi wanita.
- Nifas (darah setelah melahirkan) bagi wanita.
- Meninggal dunia (kecuali mati syahid).
Rukun mandi wajib:
- Niat: Meniatkan mandi wajib untuk menghilangkan hadats besar.
- Meratakan air ke seluruh tubuh: Membasahi seluruh bagian tubuh dari ujung rambut hingga ujung kaki, termasuk lipatan-lipatan tubuh.
Sunnah mandi wajib:
- Membaca basmalah di awal mandi.
- Berwudhu sebelum mandi.
- Menggosok-gosok tubuh.
- Mendahulukan anggota tubuh yang kanan.
Tayammum
Tayammum merupakan rukhsah (keringanan) dalam Islam. Tayammum dilakukan sebagai pengganti wudhu atau mandi wajib jika tidak ada air atau ada udzur syar’i (halangan yang dibenarkan syariat).
Syarat tayammum:
- Tidak ada air atau tidak memungkinkan menggunakan air.
- Sudah masuk waktu shalat.
- Menggunakan debu yang suci.
Rukun tayammum:
- Niat: Meniatkan tayammum untuk melaksanakan shalat atau ibadah lainnya.
- Mengusap wajah dengan debu.
- Mengusap kedua tangan hingga pergelangan tangan dengan debu.
- Tertib: Melakukan rukun tayammum secara berurutan.
Thaharah dari Najis: Rangkuman Materi Thaharah Dalam Islam Untuk Bahan Belajar
Najis adalah kotoran yang mencegah sahnya ibadah. Najis dibedakan menjadi tiga tingkatan:
- Najis mughallazah (berat): Anjing dan babi.
- Najis mukhaffafah (ringan): Air kencing bayi laki-laki yang belum makan apa pun selain air susu ibu.
- Najis mutawassitah (sedang): Kotoran manusia, kotoran hewan, darah, nanah, muntah, bangkai (kecuali ikan dan belalang), arak.
Cara Membersihkan Najis
Cara membersihkan najis tergantung pada jenis najis:
- Najis mughallazah: Dibersihkan dengan membasuh tujuh kali, salah satunya dengan tanah.
- Najis mukhaffafah: Dibersihkan dengan memercikkan air ke tempat yang terkena najis.
- Najis mutawassitah: Dibersihkan dengan menghilangkan zat, warna, dan bau najis. Jika sulit menghilangkan salah satunya, maka cukup dihilangkan semampunya.
Contoh tabel cara membersihkan najis:
| Jenis Najis | Cara Membersihkan |
|---|---|
| Mughallazah (Anjing, Babi) | Basuh 7 kali, salah satunya dengan tanah |
| Mukhaffafah (Air kencing bayi laki-laki) | Percikkan air ke tempat yang terkena najis |
| Mutawassitah (Kotoran, Darah, dll.) | Hilangkan zat, warna, dan bau najis |
Air yang Dapat Digunakan untuk Thaharah
Air yang dapat digunakan untuk thaharah disebut air mutlak. Air mutlak adalah air yang masih murni dan belum berubah sifatnya (warna, rasa, dan bau).
Contoh air mutlak:
- Air hujan.
- Air sumur.
- Air laut.
- Air sungai.
- Air mata air.
- Air salju.
- Air embun.
Benda-Benda yang Dapat Digunakan untuk Istinja’ (Cebok)
Istinja’ adalah membersihkan diri setelah buang air besar atau buang air kecil. Istinja’ dapat dilakukan dengan air atau benda padat yang suci dan kesat.
Contoh benda padat yang dapat digunakan untuk istinja’:
- Batu.
- Tisu.
- Daun kering.
Artikel ini merupakan rangkuman materi thaharah. Pembaca diharapkan memahami konsep dasar dan praktik thaharah. Pemahaman thaharah penting untuk kesempurnaan ibadah.

Wah, sudah selesai nih rangkuman materi thaharahnya! Semoga artikel ini bermanfaat dan mudah dipahami ya. Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Jangan ragu untuk berkunjung lagi nanti, siapa tahu ada materi menarik lainnya yang bisa kamu pelajari. Sampai jumpa!










